Online betting_Weide Sports_Buy lottery tickets online_21 o'clock online

  • 时间:
  • 浏览:0

KBBaccarat betting skillsaccarat betting skillsarl tau saya tidak akan Baccarat betting skillsmelewatkan satu malam yang sangat berarti di Filipina begitu saja. Karl tepat banget memilihkan hBaccarat betting skillsotel untuk saya di daerah ini, Makati. Surganya para pelancong. Daerah ini cocok banget buat pelancong yang suka menikmati sightseeing kota. Kami mencicipi berbagai macam foodstreet dan kopi. Dan tentunya tak melewatkan pertunjukan tari.

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Karl mengajak saya untuk bersnorkeling menikmati pemandangan coral dan ragam ikan yang berwarna-warni. Setelah snorkeling, kami menyewa perahu kano dan menyusuri tebing-tebing kapur ini. Setelah itu kami berlarian menjajaki hamparan pasir putih yang memanjakan telapak kaki. El Nido mengingatkan saya pada Raja Ampat. Tentunya masih banyak spot yang kami eksplor. Karl mengajak saya ke beberapa laguna dan gua. Indah luar biasa.  

Saat membaca pengumuman di WhatsApp grup contributor Hipwee tentang kompetisi menulis #wisataFilipina, hati saya langsung tergerak untuk berpartisipasi. Mendengar kata Filipina mengingatkan saya pada kenangan manis malam itu, kenangan bersama Dosen Muda asal Filipina yang saya temani selama perjalanan kami menghadiri Jamuan Presdir ke Plataran Dharmawangsa malam itu. Tepat, terasa dengan jelas indahnya malam itu sembari menikmati lampu-lampu kota Jakarta dari dalam mobil yang kami kendarai. “Hi, my name is Karl”. Bersamaan dengan dirinya menengok ke samping lantaran mempersilakan saya duduk di kursi di sampingnya. Saya tersenyum dan menganggukkan kepala.

Kemudian, Karl mengajakku ke tempat biasa Ia menemui Tuhannya yaitu Manila Cathedral. Kami memang berbeda keyakinan namun memilih untuk saling menghormati dan rasa cinta yang saling menguatkan. Katedral ini didirikan pada tahun 1571 oleh Juan de Vivero. Kami mengabadikan momen ini dengan berfoto dengan latar belakang Manila Cathedral yang memiliki kubah yang sangat megah.

Yup, jalan-jalan yang sangat singkat bersama Karl di mobil selama perjalanan memenuhi undangan makan malam Presdir. Jalan-jalan virtual sekaligus khayalan. Tak ragu lagi, Manila salah satu Negara yang masuk dalam list Negara yang ingin saya kunjungi setelah covid 19 berlalu. Thanks Karl, sudah mengenalkan saya pada sebuah Negara yang indah dan penuh dengan budaya. Saya ingin tinggal setidaknya beberapa bulan di sana dan menemui tempat yang kami rencanakan kala itu. I’m fallin in love to Manila because of you.

Tentunya kami tidak ingin melewatkan tempat edukatif yang selalu menjadi pilihan saya setiap berkunjung ke Negara lain. Saya dan Karl mengunjungi Metropolitan Museum of Manila. Museum yang sarat akan seni ini dipenuhi dengan lukisan-lukisan dan koleksi seni komtemporer yang dibuat oleh seniman kontemporer Filipina. Karena konsepnya yang kontemporer, museum ini dipenuhi dengan pengunjung dari berbagai rentang usia.

And the last destination is El Nido, Palawan Beach. Thanks Karl, you are really paradise destination. El Nido yang biasanya hanya bisa saya lihat melalui media dan gambar-gambarnya yang sangat indah, hari ini saya mengunjunginya bersama orang terkasih. Pantai el Nido tidak hanya sekedar pantai pada umumnya. Tebing batu kapur yang menjulang tinggi dan dikelilingi hutan hujan membuat warna air menjadi hijau bergradasi biru jernih.

Bagiku Karl adalah Manila, lelaki dengan pesona mutiara. Tak terlepas dengan alasannya sebagai Ibu Kota Filipina, pusat ekonomi, budaya, pendidikan dan industri. Cukup merepresentasikan lelaki di sebelahku. Dia mengajakku berkeliling kota ini, tepatnya Kota Tua di Manila yaitu kawasan Intramuros. Kawasan ini sangat luas. Kami adalah dua insan yang mengalir budaya dalam darah kami. Tempat pertama yang saya kunjungi tentunya diajak karl adalah Malacanga Palace. Istana resmi tempat Presiden Filipina bekerja bergaya arsitektur Kolonial Spanyol terletak di tepi Sunga Pasig. Jujur saya sangat suka suasana ini. Karl, merangkul pundak saya sesekali angin berhembus dari tepian sungai.

Karl, dosen muda asal Filipina yang sedang mengisi sebuah seminar dan sebagai visiting lecturer di instansi tempat saya bekerja. Saat itu dia mengajak saya jalan-jalan mengenali Filipina. Yup, tidak butuh waktu lama saya mencintai Filipina terlebih Manila Negara jajahan Spanyol, mencintai budayanya seperti halnya saya mencintai Dosen muda disebelahku.

Informasi mengenai Filipina ini aku dapatkan di www.wisatafilipina.com. Informasinya sangat beragam, mulai dari tempat wisata, hotel, kuliner, diving, ESL, pilgrimage, sampai muslim-friendly, semuanya ada di sini. Selain isinya lengkap dan terpercaya, website milik PDOT Indonesia ini juga dilengkapi panduan wisata serta berbagai fitur keren dan seru yang membuatku semakin tertarik untuk menjelajah Filipina. Ditambah lagi, ada berbagai kuis berhadiah menarik yang bisa aku ikuti. Tentunya ini sangat mengobati kerinduanku untuk bisa liburan ke Filipina. It’s More Fun in the Philippines!