Indonesian gambling_Bet365 Entertainment_Live Baccarat Website_Indonesia Presidents Cup betting

  • 时间:
  • 浏览:0

Fitri Gambling platformseperti tGambling platformak kehabisan nafas. Aku belok masuk Gambling platformdalam sebuah ruangan kecil dan menguncinya. Fitri terus menggedor-gedor pintu sambil tertawa. Aku ketakutan dan terus berdoa. Tak lama, seperti ada suara teman-temanku memanggil nama kami dan Fitri tidak menggedor-gedor lagi. Saat aku buka pintu, Fitri sudah terbaring di lantai dan teman-teman kami datang dengan penjaga gedung.

Kami ketakutan dan lari-larian meminta tolong. Untung saja satpam sekolah mendengar teriakan dan mendatangi kami. Setelah kami ceritakan tentang Andre, dirinya pun masuk dengan satpam lainnya. Tidak lama kemudian mereka keluar dengan Andre dalam keadaan pingsan.

Saat aku lihat ke belakang, tidak ada orang, hanya kegelapan. Tiba-tiba aku panik ketika mendengar suara orang berlari di belakangku dalam kegelapan. Aku merasa ada yang angin berhembus kencang melewatiku. Sampai tiba-tiba aku melihat ujung gelap itu seperti ada bola api yang semakin lama semakin dekat.

Sesaat kemudian, Dedi pun menyadarinya dan kami mulai panik. Dua teman kami sudah mulai berucap yang tidak jelas. Langkah akhir kami adalah lari. Namun, kami berputar di lorong yang sama. Sampai akhirnya bertemu lagi dengan dua teman kami yang asli. Mereka ketakutan melihat kami. Ternyata mereka juga sebelumnya melihat kami berdua dengan ada satu sosok lain di belakang. Akhirnya kami ditemukan oleh penjaga sekolah yang sedang berkeliling.

Saat sedang retret kelulusan dengan sekolah, kami melakukan jurit malam di vila tempat kami menginap. Aku dipersiapkan untuk melakukan jurit malam dan diminta untuk berkeliling sekali setiap 10 menit selama setengah jam. Hawa semakin dingin dan semakin sunyi saat putaran akhir. Saat mulai berjalan lagi, aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang.

Saat giliranku, sekujur tubuhku sudah gemetaran saat memasuki checkpoint pertama. Aku memasuki ruangan ini dan kebingungan dengan tata ruangannya. Seperti ada yang berbeda dari biasanya. Aku pun melanjutkan sesiku agar cepat selesai. Namun, saat menuju checkpoint berikutnya, aku merasa sekolahku berubah jadi gedung asing dan aku terus mengitari sebuah lorong yang sama.

Sekolahku memang terkenal angker, makanya setiap ada acara persami aku selalu ada alasan untuk tidak ikut. Namun, tidak di malam itu. Aku kehabisan akal dan akhirnya ikut berkemah di sekolah. Memang, dari soal sampai pukul sembilan malam semua bersuka cita. Akan tetapi, jelang jam 11 cerita-cerita aneh mulai disebarkan. Sampai ada tantangan jurit malam. Aku penakut, sangat takut.

Lima menit berikutnya, sunyi. Bahkan musik dari acara pensipun tidak terdengar. Kami tahu ada yang tidak benar. Saat kami memutuskan untuk kembali ke jalur yang kami lewati, kami melihat dua sosok di ujung lorong. Kami menyenteri mereka dan itu adalah dua teman kami. Dedi mencoba mengajak mereka untuk pergi. Namun, mereka menggeleng. Sampai aku melihat ada satu sosok lain di belakang mereka.

Kami berusaha tenang dan mencari jalan keluar terlebih dahulu. Namun, lama kelamaan Fitri memelankan jalannya dan tiba-tiba terdiam. Dirinya pun mulai tertawa sendiri. Aku merasakan hawa tidak enak, dan sadar kalau ada yang tidak beres dengan Fitri. Aku lalu membaca doa di depan Fitri. Fitri terdiam lalu berteriak dan seperti mencoba menyergapku. Aku pun takut dan berlari.

Saat kami masuk, kami melihat Andre duduk di sebuah bangku kosong di depan UKS. Saat kami memanggilnya, dia tidak menjawab. Kemudian, kami dekati dan menyenter mukanya. Dia menengok ke arah kami dengan senyuman yang beda dan menyeramkan. Kemudian Andre berkata, “Sini main, jangan cuma satu orang.”

Lengkap sudah jurit malam hari itu. Aku dan beberapa temanku menerima tantangan untuk jurit malam saat retret tahunan kami. Kami mulai pukul 11 malam, tapi tidak lama setelah menelusuri gedung tua tempat kami retret, aku terpisah dengan tiga temanku. Saat itu aku bersama temanku yang perempuan, Fitri.

Jurit malam sudah menjadi tradisi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bagi mereka yang dulu pernah aktif di kepramukaan biasanya mengenal kegiatan ini. Kegiatan ini sama dengan menantang nyali seseorang dalam menjalani tekanan di lokasi yang terkenal horor. Kamu sendiri pasti tahu lokasi-lokasi horor yang biasa menjadi omongan orang di sekitarmu.

Aku berlari sekencang mungkin, tapi aku merasa terus berada di posisi yang sama, sementara bola api itu semakin dekat. Panik aku berteriak, tapi tidak bersuara. Tak lama aku merasa tubuhku semakin lemah dan pandanganku memudar. Aku dibangunkan di luar villa saat teman-temanku panik karena aku tidak kunjung memanggil mereka.

Waktu itu aku sudah melarang temanku untuk ikut-ikutan aksi jurit malam para senior di gedung sekolah kami. Namun, temanku, Andre terus memaksa dan aku pun membiarkannya. Andre akhirnya ikut aksi itu. Patokannya adalah 10 menit, tapi Andre sudah masuk 20 menit. Kami mulai panik dan memutuskan untuk beramai-ramai mencarinya.

Saat sebuah acara pensi, aku dan beberapa teman iseng melakukan jurit malam di gedung sekolah. Kami pun membagi tim jadi dua, masing-masing dua orang. Kami menyamakan jam dan janji untuk bertemu di depan sekolah dalam 10 menit. Aku dan Dedi langsung menyusuri lantai atas. Saat berada di atas, kami masih mendengar suara candaan dua teman lainnya.

Aku mulai ketar-ketir, doa-doa terus aku panjatkan. Sampai seperti melihat sebuah bayangan putih yang melambai padaku. Aku berteriak lalu berputar dan berlari sekencang mungkin dalam kegelapan. Aku sudah tidak tahu arah. Sampai tiba-tiba aku menabrak sebuah tembok dan kepalaku terbentur lantai hingga aku pingsan. Saat dibangunkan, aku katanya masuk paling lama, 30 menit, sementara orang lain hanya 10 menit. Aku ditemukan di ruang guru yang memang terkenal paling angker.

Kalau ngomongin jurit malam, Kadang kepala sudah terbayang hantu yang seram-seram. Nah, untuk melengkapi kesereman kamu, kami punya 5 Kisah para peserta jurit malam yang bakal buat kamu merinding.