Blackjack Technique_rb88 sports betting download_Indonesian Football_Baccarat betting method_Sorong (Indonesia) Casino

  • 时间:
  • 浏览:0

SetiOOnline betting companynline betting compOnline betting companyanyap tOnline betting companyragedi selalOnline betting companyu terjadi dengan meninggalkan banyak hal, mulai dari kehilangan, kekecewaan, kesedihan, duka mendalam, dan pelajaran bagi kita semua. Terdengar begitu naif dan klasik, namun memang begitu kenyataannya, begitu pula pandemi yang kita lewati dengan susah payah selama dua tahun belakangan. Rasa sedih karena kehilangan banyak orang yang dicintai, ditambah lagi dengan perasaan kesal kepada orang-orang yang abai dengan tanggung jawabnya. Dua hal yang sungguh menjadi perpaduan paling menyakitkan saat ini.

Alih-alih bikin gerakan biar nggak malu sama warganya, para politisi kita malah sibuk sikut-sikutan untuk cari panggung. Udah tahu, kan, besok kalau saatnya tiba pemilihan umum, kita nggak perlu berantem satu sama lain, wong yang dipilih isinya begitu semua.

Lumayanlah buat cerita anak cucu kita nanti jika kita pernah melewati semua ini selama dua tahun. Itu pun kalau dua tahun ini pandeminya benar-benar sudah selesai, kalau tiga atau lima tahun lagi baru selesai mah tinggal menyesuaikan aja~

Ilustrasi virus / Credit: Pexels CDC

Siapa sangka jika ternyata berkat pandemi ini bangsa Indonesia mampu menunjukkan taringnya sebagai bangsa yang super keren dibandingkan dengan bangsa-bangsa dari negara lain. Bahkan, di saat negara-negara maju mengimpor vaksin dari negara lainnya, kita sebagai bangsa Indonesia mampu menciptakan vaksin sendiri untuk masyarakatnya. Ingat, hal ini akan terus terekam dalam sejarah kita semua, meski sebenarnya nggak jelas juga sih.

Besok-besok lagi, jika ada situasi yang benar-benar serius dan menyangkut kehidupan banyak pihak, tapi ada orang di pemerintahan yang punya pernyataan ngaco begini, udah tahu harus bagaimana, kan? Benar banget, tandain mukanya dan jangan pernah dipilih lagi saat dia mencalonkan diri. Lagian sains kok dilawan dengan pernyataan ngaco begitu.

Salah satu pelajaran berharga yang juga harus diingat dari pandemi kali ini adalah kita harus paham jika pada kenyataannya nasi kucing terbukti nggak bisa menangkal virus. Tempo lalu sempat ada, kan, seorang menteri yang berkelakar bahwasannya masyarakat Indonesia ini kebal dengan pandemi karena hobi makan nasi kucing? Masih ingat?

Membuat vaksin sendiri / Credit: Pexels RF._.studio

Bertahan di tengah situasi yang serba nggak jelas, ibaratnya seperti menunggu giliran, memang bukan hal yang mudah. Dua tahun lebih kita bertahan dengan naik turunnya gelombang pandemi, dan sepertinya sejak tahun 2019 lalu kita layak dinobatkan sebagai spesies paling hebat yang pernah ada di muka bumi.

Jangankan punya impian muluk-muluk untuk bisa melewati masa pandemi ini dengan baik-baik saja, bisa keluar rumah dengan tenang aja rasanya seperti sebuah hal yang mustahil. Meski begitu, bukan berarti nggak ada harapan lebih untuk tetap waras di tengah karut-marut ini. Nanti, jika saatnya tiba dan kita masih bisa bertahan hidup, ingatlah pelajaran penting di bawah ini.

Jangan lupa persoalan ini juga, bahwa ternyata para politisi itu pada akhirnya hanya melihat kita nggak lebih dari deretan angka saat pemungutan suara berlangsung. Bagi mereka, kita hanyalah bilangan 1, 2, 3, 4, 5, 100, 500, dan seterusnya. Jadi, jika salah satu atau beberapa dari kita bertumbangan saat menghadapi kerasnya pandemi ini, jangan pernah berharap kita akan dilihat sebagai manusia secara utuhnya.

Spesies paling hebat / Credit: Pexels cottonbro

Ilustrasi warga bantu warga / Credit: Pexels Sarwer e Kainat Welfare

Ilustrasi jatuh sakit karena pandemi / Credit: Pexels Andrea Piacquadio

Pandemi kali ini mengajarkan kita bahwa waktu-waktu paling menyusahkan, yang benar-benar bisa kita harapkan adalah bantuan dari sesama masyarakat. Lihat aja, dari awal hingga saat ini yang paling sibuk menggalang bantuan, mendirikan dapur umum, membagikan sembako, pasar gratis, atau makanan untuk bertahan hidup sehari-hari mereka yang tidur di jalanan adalah sesama masyarakat.