Canadian Online Baccarat_Texas Hold'em_Indonesia online gambling_Online gambling Malaysia_U.S. online gambling

  • 时间:
  • 浏览:0

“KIndonesian FootballaIndonesian FootballLaIndonesian Footballu kamu tahu, banyak yang tertarik sama aku. Mereka cantik-cantik/cakeIndonesian FootballP-cakep, seksi, kaya. Pokoknya gak kurang-kurang deh. Yang jadi masalah, aku gak tahu harus milih yang mana. Semuanya mau sama aku.”

Menikah memang tidak semudah membalikkan tangan. Kamu harus menyiapkan mental dan tanggung jawabmu sebelum kamu juga bertanggung jawab untuk keluarga kecilmu. Satu yang perlu kamu dan semua penanyamu pahami betul-betul adalah:

“Maaf, Ma. Aku gak suka nikah cepet-cepet. Coba lihat itu artis. Pernikahannya lama, sempurna, dan tidak kekurangan suatu apapun. Tapi akhirnya gugur juga.”

Kamu : “Menurut ngana?” *ketawa setan dalam hati*

atau

“Kapan kamu punya momongan?”

Pokoknya, jangan mau disudutkan. Semangat!

Tuhan kirimkanlah aku kekasih yang baik hati, yang mencintai aku apa adanya via giphy.com

*Memalingkan wajah, sok malu, dan ngeloyor dengan kenesnya.*

Emang enak cuma makan kerupuk? Hahaha via giphy.com

Makin irit, makin asyik lah!

Temen yang kaget: “Hah? Yang bener?”

Percuma juga kalau nikah cepet dan mewah. Tamu undangan VIP mentereng macam artis, bupati, sampai presiden juga gak menjamin pernikahanmu awet sampe ajal memisahkan. Kan semua kembali ke kamu-kamu yang akan menjalani biduk rumah tangga. Selamat mencoba!

Raditya Dika yang gak jomblo dan sudah layak nikah pun bisa galau setiap ditanyai orang tuanya. Ibarat ingin jalan-jalan saat cuaca tidak mendukung, bilang saja:

Kamu: “Apa? Apa? Kamu ngomongin Agnes Monica?”

Kalau kursnya udah membaik, nikahnya bisa dua kali via giphy.com

“May. Maybe yes, maybe no.”

Iya, percetakan buku gambar maksudnya.

“Mana gandenganmu?”

Pilih Ki Kusumo atau…

Aku gak mau mengecewakan mereka nih! Hikss…

“Yang cowok udah ada. Kapan punya yang cewek?”

Kamu lahir hari Sabtu. Kamu pasti orangnya suka kepoin kapan temenmu nikah? via data.seruu.com

Ada beberapa bentuk counter-attack buat pertanyaan “Kapan nikah?”:

*barusan ngomong, kesambet setan apa ya?*

Bidadari yang sedang disiapkan oleh Tuhan via giphy.com

Kata-kata seperti ini sebenarnya udah standar banget. Kamu bisa melontarkan ini kalau tingkat kekepoan dan kenyinyiran si penanya itu masih setingkat anak TK. Biasanya mereka gak bakalan tanya macam-macam lagi dan kamu bisa ngeloyor dengan bebas. Yes!

Gak tanggung-tanggung, aku pesen yang terbaik sekalian sama Tuhan di setiap doaku. Pasti sekarang Tuhan lagi menggodoknya sampai bidadari jatuh dari surga di hadapanku. *so sweet*

Masak sih?

Permasalahannya bukan itu saja. Kamu yang tadinya merasa baru kemarin ditimang-timang orang tua, belum siap untuk segera menyandang status suami atau istri (apalagi ibu dan ayah). Masalah finansial dan status jomblo juga bikin tambah pikiran. Lantas, kalau teman-teman dan keluarga sudah mulai sering menanyakan ini, enaknya dijawab apa ya?

Teman: Kamu dong, kapan mau nikah?

Kapok loe! Emang enak makan nasi sama kerupuk doang? Hahaha… *ketawa setan*

Pernikahan memang menjadi sebuah momok yang tak dapat diredam pada usia-usia sekitar pertengahan 20-an. Kuliahmu sudah kelar, kerjamu juga sudah tetap. “Tunggu apa lagi?” begitu kata orang-orang, tak terkecuali orang tua pacar kamu yang ingin segera menggendong cucu.

“Lha kamu sendiri udah punya calon belum?”

“Kapan kamu nikah?”

Perpisahan itu menyedihkan sekali, hikss via giphy.com

Kamu: “Nanti ya kalau nggak hujan.”

*minta ditoyor*

atau

Gak percaya? Cek sendiri sanah!

Biasanya sih kalau mereka ngaku sambil malu-malu, kamu bisa santai dan bilang: “Aku mah santai. Habis kamu aja.”

Kamu: “Ya, pikir aja sendiri. Hehehe….”

“Kapan si kakak punya adik lagi?”

Emang enak dateng ke pernikahan pas musim hujan? Hehehe via giphy.com

Teman: “Hubungannya apaan?”

Pak Tarno? Semua boleh dicoba kok! Semoga mendapat jawaban yang memuaskan, ya kawan!