Mahasiswa, Ini「Football betting」 Tips Sukses dari Menteri Investasi Bahlil Lahadalia

  • 时间:
  • 浏览:0

"Football bettiFootball bettingngawalnya dFootball bettingulu, saya ya jadi kaFootball bettingryawan," kata Bahlil yang pernah jadi Ketum HIPMI. Ia berpesan pada mahasiswa agar menjadi pengusaha sebagai jalan yang mulia. Biasanya yang jadi pengusaha itu kan dari keluarga kaya atau orangtua pejabat. Saya jadi pengusaha karena capek kemiskinan," kata pria kelahiran Maluku tersebut.

KOMPAS.com Football betting- Apa jadinya jika kuliahmu diisi oleh seorang menteri? Pastinya banyak ilmu yang bisa didapatkan.  Sama halnya dengan kuliah daring perdana mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB).

Karena kondisi keluarganya, sejak SD ia membantu orangtuanya berjualan kue. Namun saat SMP, ia sempat jadi kondektur angkot dan saat di SMEA, ia jadi sopir angkot. Untuk jadi pengusaha, semuanya berproses.

Dilansir dari laman Youtube FEB UB, kuliah yang dilaksanakan sejak Senin (23/8/2021) ini diisi oleh Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Dari hal itu bahwa kampus tak menjamin kualitas mahasiswa. "Yang menentukan kualitas mahasiswa adalah mahasiswa itu sendiri," jawabnya.

Awalnya, ia menceritakan kisah suksesnya hingga jadi menteri disampaikan ke mahasiswa baru. 

Selama menjadi dosen tamu, ia meminta mahasiswa untuk mengerti arti perjuangan diri sendiri, orang tua, dan apa yang dilakukan setelah lulus.

Bahlil Lahadia, lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya buruh bangunan dan ibunya buruh cuci. Karena ingin mengakhiri dari kemiskinan, Bahlil memilih untuk menjadi pengusaha.

Baca juga: Pelatihan Bahasa Korea Gratis Korea Foundation 2022, Tunjangan Rp 12,6 Juta Per Bulan

Baca juga: Kiat Sukses Indra Rudiansyah Jadi Peneliti Muda di Balik Vaksin AstraZeneca

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

"Karier saya berproses. Saat debat di HIPMI, teman-teman saya lulusan luar negeri dari Inggris, Australia. Sempat minder saya," ujarnya.

Saat kuliah, ia tak mau kehilangan kesempatan. Selain menimba ilmu, ia juga aktif organisasi. Sebagai aktivis, ia mengaku pernah dipenjara karena pergerakan mahasiswa pada 1998.